Indonesia Bukan Negara Hoax, SBY: Hukum Harus Tegak
Presiden Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono,
mendukung upaya Presiden Joko Widodo untuk memerangi berita fitnah atau
hoax. Dia mengatakan ini perlu dilakukan secara adil bagi semua dan
tidak tebang pilih.
''Mestinya hukum ditegakkan,'' kata SBY sewaktu
peluncuran Buku Twitter SBY dan dukungan Membangun Pers Bebas dan
Bertanggung Jawab dalam rangka peringatan Hari Kebebasan Pers se Dunia
(World Press Freedom Day) di Jalan Udayanan Mataram, Ahad 7 Mei 2017
pagi.
Pada acara ini SBY juga melakukan penandatangan petisi
Stop Hoax dan Fitnah bersama Agus Harimurti Yudhoyono, Ani SBY, Ketua
DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat, yang juga Gubernur NTB,
Muhammad Zainul Majdi. Sekitar 9.709 ikut menandatangani petisi ini.
Penandatangan petisi Anti Hoax dan Fitnah ini memecahkan
rekor MURI, yang sebelumnya dilakukan 3.000 orang warga di Samarinda
Kalimantan Timur pada April 2017.
Menurut SBY, Indonesia adalah negara kebenaran, keadilan
dan negara etika serta negara hukum. ''Bukan negara kebohongan. Bukan
negara hoax dan bukan negara fitnah,'' kata SBY.
SBY melanjutkan rakyat harus memerangi beredarnya berita
hoax ini. SBY juga menyesalkan ketika keluarganya menjadi korban hoax
dan fitnah selama masa pilkadaDKI Jakarta dan sejumlah orang
berunjukrasa di depan rumahnya. SBY mengatakan ini tidak adil dan tidak
boleh dibiarkan.
''Mestinya hukum ditegakkan. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Negara harus adil. Pemerintah adil, Polisi adil dan penegak,'' kata SBY.
SBY juga menyatakan pers yang merdeka tetap juga adil dan bertanggung tidak boleh membela pihak tertentu dan terlalu menghajar pihak lain. ''Dari Mataram ini kita kumandangkan gerakan nasional dan internasional stop hoax dan fitnah,'' kata SBY.
Mengenai buku twitternya, SBY menjelaskan keberadaan akun twitternya untuk berkomunikasi dengan masyarakat karena pernyataannya sering diplintir dan tidak dimuat secara utuh. ''Saya gunakan hak politik saya melalui sosial media. Karena itu saya main Twitter,'' kata SBY.
Jika ada larangan main Twitter, maka SBY menilai ini sebagai kehancuran demokrasi dan kehancuran kebebasan di negeri ini.
Sumber: https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/07/078873002/indonesia-bukan-negara-hoax-sby-hukum-harus-tegak?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1

No comments:
Post a Comment